Explore Lampung

SEKILAS TENTANG PROVINSI LAMPUNG

Jumat, Oktober 01, 2010



Provinsi Lampung terletak di bagian ujung tenggara Pulau Sumatera pada Posisi 103°40 – 105°50 Bujur Timur dan 3°45-6°45 Lintang Selatan , Batas-batas wilayah administrasif Provinsi Lampung di Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatra Selatan, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah Timur berbatasan dengan Samudra Hindia.
Provinsi ini merupakan pintu gerbang pulau Sumatra ke Pulau Jawa dan
sebaliknya karena posisi Lampung sangat dekat dengan Jawa, hanya dipisahkan oleh Selat Sunda sejauh kurang dari 30 Km. Di dukung sarana, prasarana transportasi yang relatif lancar baik angkutan darat maupun fery dan dilalui jalur alternatif pelayaran internasional sehingga Pelabuhan Panjang dibangun dan difungsikan dalam
skala internasional.
Luas daratan Provinsi Lampung kurang lebih 35.376 km2. dengan panjang
garis pantai 1.105 km termasuk 69 pulau kecil dan Pulau Tabuan yang terbesar. Ada
dua teluk yaitu teluk Lampung dan teluk Semangka, sementara luas perairan pesisirnya
sekitar 16.625 km2 sehingga luas secara keseluruhan 51.991 km2.
Penduduk asli lampung terdiri dari tiga kelompok masyarakat yaitu Orang
Abung yang berasal dari daerah pegunungan di sebelah barat Lampung, Orang
Pubian yang berada di kawasan dataran rendah di bagian timur Lampung, dan
Orang Peminggir yang berasal dari kawasan pantai selatan Lampung yaitu Teluk
Lampung dan Teluk Semangka.
Mereka umumnya berbicara dalam dua bahasa daerah yaitu bahasa Komering
dan bahasa Lampung, namun karena kehadiran begitu banyak pendatang dari Jawa,
sebagian penduduk asli ini pun pandai berbahasa Jawa dan Sunda.
145
Mengenai potensi pariwisata Lampung, banyak objek wisata yang masih
tumbuh dan berkembang secara alami Di Lampung Barat misalnya, potensi wisata
yang berpeluang dikembangkan misalnya, wisata bahari karena di wilayah Krui
dan sekitarnya ada pantai landai dengan ombak yang pantas untuk dijadikan olahraga
layar dan ski air.
Di kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Propinsi Bengkulu
dan Sumatera Selatan itu juga terdapat aset lain, obyek wisata alam Taman Nasional
Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Danau Ranau. Dari sekitar 45 objek wisata alam,
budaya dan minat khusus yang telah terdata belum sepenuhnya dikembangkan
namun beberapa unggulan antara lain wisata bahari ke Gunung Krakatau di Selat
Sunda dan Pantai Merak Belantung (Lampung Selatan), Pantai Pasir Putih di Panjang
(Bandarlampung), Situs Purbakala di Jabung dan Pusat Latihan Gajah (LPG) Way
Kambas (Lampung Tengah), Dam Way Rarem di Bukit Kemuning (Lampung Utara)
dan banyak lagi objek wisata menarik yang lokasinya tersebar
Sejarah
Pada abad ke VII orang di negeri Cina sudah membicarakan suatu wilayah
didaerah Selatan ( Namphang) dimana terdapat kerajaan yang disebut Tolang
P‘ohwang, To berarti orang dan Lang P‘ohwang adalah Lampung .
Terdapat bukti kuat bahwa Lampung merupakan bagian dari Kerajaan
Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan menguasai sebagian wilayah Asia Tenggara
termasuk Lampung dan berjaya hingga abad ke-11. Sriwijaya datang ke Lampung
karena daerah ini dulunya merupakan sumber emas dan damar.
Peninggalan yang menunjukkan bahwa Lampung berada dibawah pengaruh
Kerajaan Sriwijaya antara lain dengan ditemukannya prasasti Palas Pasemah dan
Prasasti Batu Bedil didaerah Tenggamus merupakan peninggalan kerajaan seriwijaya
(abad VIII). Kerajaan-kerajaan Tulang Bawang dan Skala Brak juga pernah berdiri
pada sekitar abad VII-VIII. Pusat Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan disekitar
Menggala/Sungai Tulang Bawang sampai Pagar Dewa.
Zaman Islam ditandai masuknya Banten diLampung pada abad ke 16, terutama
saat bertahtanya Sultan Hasanuddin (1522-1570). Sejak masa lampau, Lampung
memang dikenal karena tanaman ladanya yang banyak dicari orang. Kesultanan
Banten yang tertarik dengan produksi lada Lampung mengusai daerah ini pada
awal abad ke-16 dan sekaligius memperkenalkan agama Islam
Pada zaman ini Lampung melahirkan pahlawan yang terkenal gigih menantang
Belanda. Bernama Radin Intan. Pengaruh Islam terlihat diantaranya dan adanya
Tambra Prasasti (Buk Dalung) didaerah Bojong Kecamatan Jabung Sekarang, berisi
perjanjian kerjasama antara Banten dan Lampung dalam melawan penjajahan
Belanda.

Kontrol yang dilakukan Kesultanan
Banten atas produksi lada Lampung telah
menjadikan pelabuhan Banten sebagai
pelabuhan lada yang paling besar dan paling
makmur di Nusantara. Tanaman lada pula
yang juga menarik kaum pendatang asing dari
Eropa seperti perusahaan dagang dari Belanda
‘Dutch East India Company’. Perusahaan
dagang ini pada akhir abad ke-17 membangun
sebuah pabrik pengolahan di Menggala.
Namun dengan berbagai upaya akhirnya
Belanda berhasil menguasai Lampung pada
tahun 1856.

Pemerintah kolonial Belanda untuk pertama kalinya memperkenalkan
program transmigrasi kepada penduduk di Pulau Jawa yang sangat padat untuk
pindah dan berusaha di Lampung. Program transmigrasi ini ternyata cukup diterima
baik dan banyak penduduk asal Pulau Jawa yang kemudian pindah ke lokasi
transmigrasi yang berada di kawasan timur Lampung. Program transmigrasi ini
kemudian ditingkatkan lagi pada masa kemerdekaan pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Orang asal Pulau Jawa ini membawa serta perangkat kebudayaan mereka
ke Lampung seperti gamelan dan wayang. Orang dari Pulau Bali kemudian juga
datang ke Lampung untuk mengikuti program transmigrasi ini. Kehadiran pendatang
dari daerah lain di Lampung telah menjadikan wilayah ini sebagai daerah dengan
kebudayaan yang beragam (multi-kultur).
Keragaman suku yang ada justru menjadi daya tarik wisata apalagi di berbagai
kabupaten yang ada tersebar potensi wisata alam, wisata budaya. Keberadaan
sanggar-sanggar seni/budaya sebagai pelestari seni/budaya warisan nenek moyang
banyak berkembang .
Share this Article on :
 

© Copyright KOMUNITAS BACKPACKER LAMPUNG 2010 -2014 | Design by Pe2ngK | Published by Borneo Templates | Powered by EXPLORE LAMPUNG.